Gabriel Adalah Masalah Bagi Dirinya Sendiri

Datang dengan biaya mencapai 29.5 juta euro dan titel 'Neymar baru', tentu Gabriel Barbosa datang ke Serie A dengan misi untuk membuktikan diri. Menjadi pemain pilar Santos semenjak Neymar memutuskan untuk merantau ke Barcelona, Gabriel sudah menjadi rebutan banyak klub hingga keputusannya untuk memilih Internazionale. La Beneamata pun sempat mendapat persaingan dari Barcelona dan Liverpool sebelum berhasil mendaratkan Gabriel di Guiseppe Meazza.

Kurang lebih 600 gol dicetak Gabriel di liga muda Brazil semenjak usia delapan tahun. Wajar tentunya ia mendapat julukan sebagai penerus Neymar yang memang menjadi ikon Santos dalam beberapa tahun terakhir. Keputusannya memilih Inter sebagai klub tujuan pun membuatnya kembali dibandingkan dengan salah satu legenda Brazil yang bersinar di Italia, Ronaldo Lima. Kontrak lima tahun yang diberikan padanya pun menjadi pertanda bahwa Inter telah mengamankan salah satu bakat terbaik dunia saat ini.

Ketika ia datang ke Italia untuk pertama kali, ekspektasi besar pun langsung membebaninya. Dengan biaya besar dan talenta yang tidak kalah besar, Gabriel diprediksi akan langsung menjadi penyerang utama Inter dan tentunya mencetak banyak gol. Maju lebih cepat ke 2017, hal itupun tidak lebih dari sekedar mimpi. Memang, ia masih menjadi salah satu pemain yang diharapkan fans untuk mendapat kesempatan lebih. Hampir setiap ia melakukan pemanasan, selalu ada sorakan meriah dari fans. Namun, tentu 21 menit yang sudah ia mainkan sejauh ini tidak cukup untuk menunjukkan kemampuan penuhnya.

berita bola,berita bola terkini,sepak bola,football manager super soccer,klasemen liga inggris, jadwal sepak bola,prediksi bola,liga inggris,liga champion,

16 menit melawan Bologna, satu menit melawan Sassuolo, dan empat menit melawan Lazio adalah rincian waktu bermain Gabriel sejauh ini. Minim memang, namun jumlah tersebut nampak cukup untuk meyakinkan fans--tapi nampak tidak untuk pelatih Stefano Pioli. Pioli hanya menginginkan Gabriel untuk bermain sesuai dengan taktik yang ia terapkan--tanpa improvisasi dan gerakan akrobatik lainnya. Hal inilah yang mungkin sedikit menghambat Gabriel karena membuatnya tidak bisa menunjukkan permainan terbaiknya.

Memang, dalam 21 menit ia sudah menjadi pemain yang paling menghibur di skuat Inter sejauh ini. Di saat bersamaan, hal itu juga menunjukkan bahwa ia masih kesulitan beradaptasi dengan iklim Serie A. "Kami hanya ingin ia melakukan pergerakan yang berguna dan bukan hanya spektakuler demi terlihat spektakuler," begitu ungkap Pioli mengenai sang pemain. Bila mampu membatasi permainannya lebih ke faktor skematik, Gabriel mungkin akan kehilangan pesona utamanya. Di sisi lain, ia juga membuka kesempatan bagi dirinya untuk bisa bermain lebih banyak.

Di saat seperti ini, sosok yang tepat untuk menjadi panutan Gabriel adalah seniornya kala di Santos, Neymar. Tentu kita ingat bagaimana kala Neymar pertama kali datang ke Barcelona. Ia terlihat kesulitan untuk beradaptasi dengan skema permainan tim dan mengakhiri musim dengan hanya mencetak 15 gol. Di dua musim terakhirnya sebelum musim ini, Neymar berhasil beradaptasi lebih baik dengan Barcelona dan mencatatkan 70 gol dalam dua musim saja. Memang, Neymar masih beberapa kali menunjukkan trik-triknya. Namun ia juga lebih banyak bergerak efektif dalam membantu serangan timnya.

Dengan Stevan Jovetic dan Rodrigo Palacio yang dikabarkan kian dekat dengan pintu keluar Giuseppe Meazza, Gabriel pun nampaknya akan bertahan di Inter. Iapun bukan merupakan masalah bagi Pioli saat ini, tapi masalah bagi dirinya. Bagaimana Gabriel bisa menahan ego individunya demi kepentingan tim tentu akan membuat perjalanan karirnya lebih berkembang. Ia mungkin tidak akan se-menghibur saat ini, namun ia juga harus memikirkan bagaimana caranya ia berkontribusi dan membantu Inter untuk lebih hebat lagi.