Mourinho Dan Kisah Indah Di League Cup

Manchester United kini hanya berjarak 90 menit dari final pertama mereka musim ini. Setelah mengalahkan Hull City pada semifinal League Cup dengan skor 2-0, satu kaki United seakan sudah berada di Wembley saat ini. Sang pelatih, Jose Mourinho, pun kini hanya berselisih dua pertandingan untuk menyamai rekor dua pelatih legendaris Britania, Brian Clough dan Sir Alex Ferguson.

Mourinho sendiri bisa dibilang memiliki kisah yang cukup indah di kompetisi League Cup. Tiga kali sudah pria asal Portugal tersebut mengangkat trofi tersebut. 2005, 2007, dan 2015 menjadi tahun dimana Mourinho berhasil berjaya di Wembley pada turnamen League Cup. Dan, dari dua di tiga tahun tersebut, ia berhasil membawa Chelsea menjuarai Premier League pada musim yang sama.

Bagi beberapa pelatih, League Cup bisa dibilang sebagai sebuah kutukan. Tanyakan saja pada Kenny Dalglish, Manuel Pellegrini, dan Juande Ramos. Ketiga nama tersebut berhasil memenangkan League Cup masing-masing bersama Liverpool, Manchester City, dan Tottenham Hotspur. Namun, tak lama berselang, ketiga nama tersebut justru kontrak mereka diputus oleh pihak klub. Hal yang sama sebenarnya dialami Mourinho ketika menjuarai League Cup 2015 dan dipecat jelang pertengahan musim berikutnya.

berita bola,berita bola terkini,sepak bola,football manager super soccer,klasemen liga inggris, jadwal sepak bola,prediksi bola,liga inggris,liga champion,

Pria asal Portugal tersebut memang tidak menjanjikan trofi pada awal kedatangannya di Old Trafford. Yang ia janjikan adalah bahwa ia akan berusaha untuk mengembalikan United ke papan atas persepakbolaan Inggris. Bahkan, ia tidak ragu untuk mengatakan bahwa timnya butuh setidaknya dua tahun untuk bisa menunjukkan kembali kejayaan mereka. Keberhasilan mereka mencapai semifinal--dan mungkin final--League Cup tentu bisa menjadi fondasi awal dinasti Mourinho di United.

Mourinho memang tergolong salah satu pelatih yang cukup 'jarang' ditemui. Berbeda dengan pelatih lainnya, Mourinho kerap menurunkan kekuatan penuh di League Cup. Pada debutnya di League Cup pada tahun 2004, ia menurunkan hampir semua pemain utamanya seperti Ricardo Carvalho, William Gallas, Arjen Robben, dan Joe Cole, kala itu pertandingan melawan West Ham. Dini hari tadi, nama-nama seperti Paul Pogba, Juan Mata, Ander Herrera, dan Henrikh Mkhitaryan diturunkan oleh Mourinho sejak awal. Ini tentu menjadi bukti bahwa Mourinho tidak pernah memandang remeh kompetisi League Cup.

Tentu, hal ini hadir bukan tanpa resiko. Sebagai pelatih yang sudah cukup berpengalaman, Mourinho tentu tahu harus bagaimana dalam memilih skuatnya. Terlebih, pertandingan besar sudah menanti mereka akhir pekan ini--melawan Liverpool pada Premier League. Dengan segala resiko yang hadir dihadapannya, cedera hingga kartu merah, Mourinho pun tetap menurunkan hampir kekuatan penuh timnya dini  hari tadi. Beruntung, kemenangan berhasil diraih tanpa ada kekurangan satu pun dari aspek pemain.

Keputusan Mourinho ini nampaknya akan berbuah manis baginya. Selain membuktikan bahwa ia bisa menjadi penyelamat United setelah dalam tiga musim terakhir berada dalam masa yang bisa dibilang krisis. Mengingat keberhasilan Louis van Gaal menjuarai FA Cup musim lalu, tentu Mourinho kini berada di bawah tekanan untuk bisa meraih trofi dan membuktikan ia adalah Messiah yang dicari-cari United. Dan, dengan rekor Clough dan Ferguson yang kini di depan matanya, tentu Mourinho akan kian fokus pada targetnya untuk menjuarai League Cup.

berita bola,berita bola terkini,sepak bola,football manager super soccer,klasemen liga inggris, jadwal sepak bola,prediksi bola,liga inggris,liga champion,,,