chelsea-yang-terlihat-kelelahan-di-akhir-musim

CHELSEA YANG TERLIHAT KELELAHAN DI AKHIR MUSIM


Sudah sejak awal tahun ini, banyak yang berpendapat bahwa Chelsea akan menjadi juara Liga Primer Inggris musim ini. Meski masih menyisakan banyak pertandingan, namun jarak Chelsea dengan para pesaingnya dan performa konsisten yang mereka tunjukan membuat banyak pihak yang yakin mereka akan menjadi juara. Namun ternyata, pekan ini, jarak mereka dengan Tottenham yang berada di peringkat kedua tinggal 4 poin.

Jarak 4 poin di puncak klasemen dengan sisa 6 pertandingan tentu masih merupakan kondisi yang baik bagi Chelsea. Namun perebutan gelar juara ini bisa menunjukan kejadian yang luar biasa. Semakin dekat Chelsea dengan gelar juara, semakin sulit perjalanan mereka. Ditambah lagi kondisi mereka yang sedang tidak kondusif setelah kalah dari Manchester United pekan lalu. Jadi, apakah ini artinya masih ada peluang bagi Tottenham dan klub lain untuk menggeser Chelsea?

Kalau kita melihat dari sisa pertandingan yang dijalani Chelsea, mungkin jawabannya tidak. Dari 6 pertandingan sisa yang akan dijalani Chelsea, 4 pertandingan di antaranya adalah pertandingan kandang. Pertandingan paling berat yang mungkin akan mereka hadapi adalah melawan Everton di Goodison Park. Namun bulan November lalu, anak asuh Ronald Koeman mereka hancurkan dengan skor 5-0 di Stamford Bridge. Mereka juga harus bertandang ke markas West Bromwich Albion. Pertandingan ini mungkin akan sedikit tricky dan tidak bisa dianggap remeh oleh Conte.


Pertandingan kandang yang akan dijalani Chelsea akan menghadapi Watford dan Southampton. Kedua tim ini sudah tidak memiliki kepentingan apa-apa di kompetisi musim ini. Keduanya sudah aman di posisi papan tengah dan tidak terancam degradasi. Sementara dua pertandingan lainnya Chelsea akan menghadapi Middlesbrough dan Sunderland. Performa kedua tim ini sangat mengecewakan musim ini dan mereka sudah hampir pasti terdegradasi.

Tottenham mungkin dalam performa yang lebih baik dalam beberapa pertandingan terakhir. Mereka tidak terkalahkan dalam 7 pertandingan terakhir dan telah mencetak 22 gol. Namun mereka harus menghadapi lawan yang lebih berat dari Chelsea. Mereka harus menjamu Arsenal dan Manchester United, serta bertandang ke West Ham, Crystal Palace, Leicester City, dan Hull City. Andai saja, Chelsea kalah melawan Everton dan imbang dengan West Bromwich, Tottenham masih harus memenangkan seluruh pertandingan sisa mereka agar bisa menyalip Chelsea. Artinya, Tottenham akan mencatat rekor dengan 13 kemenangan beruntun jika hal tersebut sampai terjadi. Rekor yang hanya pernah terjadi sekali sejak Liga Primer berlangsung.

Jika kita mau berfikir relistis mungkin akan seperti itu. Namun faktanya Chelsea tidak bermain baik dalam beberapa pertandingan terakhir. Mereka kalah di kandang dari Crystal Palace merupakan satu hal yang sangat merusak. Chelsea memiliki peluang sangat banyak pada pertandingan tersebut, dan seharusnya mereka bisa meraih kemenangan dengan mudah. Lalu apa yang terjadi di Old Trafford pekan lalu juga merupakan satu hal yang sangat mengecewakan. Chelsea tidak melepaskan satu pun tendangan ke gawang di sepanjang pertandingan. Pertama kalinya hal ini terjadi dalam satu dekade terakhir di pertandingan Liga Primer yang mereka jalani. Mereka terlihat lesu dan kurang semangat. Ketika United sudah dalam kondisi unggul, pertandingan sepenuhnya langsung menjadi milik United.

Mungkin itu adalah buah dari taktik yang direncanakan oleh Jose Mourinho. Menempatkan Ander Herrera dan Matteo Darmian menjaga Eden Hazard dan Pedro dengan sangat efektif dan mematikan dua pengatur serangan Chelsea. Ditambah lagi MU juga langsung mendapat gol di awal pertandingan yang membuat Chelsea semakin sulit membalas.

Absennya Thibaut Courtouis dan Marcos Alonso tentu akan semakin menyulitkan Chelsea. Asmir Begovic terlihat terlalu lambat untuk menjaga areanya ketika Marcus Rashford mencetak gol pertama United. Dan dengan tidak adanya pergerakan overlap dari Marcos Alonso, ancaman yang bisa diberikan Hazard pun menjadi berkurang. Kedua pemain ini seharusnya sudah bisa kembali pada pertandingan berikutnya, namun Chelsea terlihat sangat kesulitan tanpa ada dua pemain ini.

Hal ini menjadi perhatian karena Chelsea terlihat sangat kelelahan. Padahal mereka tidak bermain di kompetisi Eropa. Conte memang selalu memainkan 11 pemain starter yang sama di setiap pekannya. Ditambah lagi Chelsea berhasil melaju hingga semi final FA Cup. Dan tentu saja, Conte tetap memilih susunan pemain yang sama agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal. 

Pertahanan Chelsea menjadi tidak seperti yang mereka miliki di pertengahan musim lalu. Mereka kini telah menjalani 10 laga tanpa pernah cleansheet. Lawan-lawan mereka telah berhasil memanfaatkan kelemahan dari sistem Conte yaitu bola diagonal jauh ke belakang. 


Sementara itu, Diego Costa mulai kesulitan mencetak gol sejak pergantian tahun. Keinginannya untuk kembali ke Spanyol disebut-sebut sebagai penyebab penurunan performanya. Selain itu juga ada gosip soal hubungannya dengan Conte yang tidak terlalu harmonis. Ia tidak mencetak gol dalam 5 pertandingan terakhir. Dan yang paling terlihat adalah sikapnya di lapangan. Ia menjadi Costa yang tidak terkendali lagi, menggerutu dan mengeluh, serta selalu diambang hukuman kartu merah.

Maka jelas bahwa ada masalah di Chelsea saat ini. Ada faktor kelelahan dan sepertinya Conte tidak tertarik dengan opsi rotasi pemain. Ditambah lagi Diego Costa meski masalah ini lebih kepada masalah jangka panjang. Namun hal ini jelas menunjukan bahwa Chelsea membutuhkan investasi yang serius di musim panas tahun ini untuk bisa membuat mereka melalui Liga Primer Inggris dan Liga Champions dengan baik. 

Tottenham telah menunjukan rentetan hasil yang luar biasa. Mereka kini telah mengumpulkan poin lebih banyak dari yang mereka kumpulkan di musim lalu. Mungkin mereka akan memberikan sedikit tekanan kepada Chelsea. Meski Chelsea secara hitung-hitungan sudah memiliki poin yang cukup untuk menjadi juara. Maka masalahnya tinggal kembali pada diri mereka sendiri, mampukah mereka mempertahankan performa dan menyelesaikan musim dengan tetap berada di puncak klasemen.

JONATHAN WILSON

Jonathan Wilson adalah penulis sepakbola berkebangsaan Inggris yang sudah memiliki karya di media-media internasional seperti The Guardian, The Independent, World Soccer, dan Sport Illustrated.