keegoisan-dalam-sistem-permainan-mourinho

KEEGOISAN DALAM SISTEM PERMAINAN MOURINHO


Kartu merah yang didapatkan oleh sebuah tim besar di pertandingan penting selalu memberikan kesempatan bangkitnya kebodohan di sosial media. Kata-kata tim besar perlu digarisbawahi mengingat apabila kartu merah tersebut dikeluarkan pada pertandingan antar medioker misal Sunderland dan Burnley respon yang muncul dapat dipastikan akan berbeda. Karena nyatanya tidak ada yang peduli mengenai benar atau salahnya keputusan tersebut; melainkan kontroversi yang menjadi bahasan utama setiap komentar yang muncul. Sebelum kita berbicara dalam lingkup yang lebih luas mengenai kartu merah yang diterima oleh Ander Herrera dalam pertandingan melawan Chelsea, mari berbicara mengenai kejadian munculnya kartu merah itu sendiri.

Herrera sudah sepantasnya diberikan kartu kuning terkait dengan perbuatannya yang sinis dan berbahaya terhadap Eden Hazard sebelumnya. Keputusan tersebut jelas tepat, walaupun dirasa dapat diperdebatkan oleh beberapa orang, mengingat Herrera dengan sengaja menempatkan diri untuk berada di jalur lari Hazard yang sangat jauh dari posisi bola ditambah dia menggunakan bahunya untuk memastikan Hazard terjatuh.


Setelah Phil Jones menjadi orang keempat di babak tersebut yang melanggar Hazard, wasit dalam pertandingan tersebut, Michael Oliver, terlihat dengan jelas memberikan peringatan kepada kapten Manchester United, Chris Smalling, bahwa dia melihat sebuah sistem pelanggaran yang dilakukan secara bergantian oleh United dan akan melakukan tindakan tegas terhadap hal tersebut. Peraturan mengenai persistent fouling yang terdapat dalam halaman 85 dari FIFA Laws memberikan kebebasan bagi wasit untuk melakukan interpretasi dan Oliver dengan sangat jelas menginterpretasikan bukan hanya untuk seorang pemain melainkan untuk satu tim.

Persis setelah free-kick menyusul penggaran tersebut dilakukan Herrera melakukan pelanggaran terhadap Hazard dengan menyandungnya. Apakah yang dilakukan Herrera merupakan pelanggaran yang buruk? Tidak. Apakah yang dilakukan Herrera terlambat dan sinis? Ya. Apakah yang dilakukan Herrera terkait dengan bola dalam permainan? Tidak. Pelanggaran Herrera jelas harus mendapatkan ganjaran berupa hukuman kartu terlepas dari kejadian yang terjadi sebelumnya. Ditambah dengan peringatan yang telah diberikan sebelumnya, Oliver tidak punya pilihan lain selain memberikan kartu kuning kedua untuk Herrera. Mengabaikan hal tersebut dan menganggap sebaliknya sama dengan sengaja membutakan diri. Jangan salah sangka, memang banyak hal dalam sepak bola yang bisa diinterpretasikan dengan perspektif masing-masing: namun yang ini bukan. Dua buah kartu kuning yang dikeluarkan Michael Oliver untuk Ander Herrera merupakan kartu kuning yang terjustifikasi mengingat pemain tersebut merupakan bagian dari rencana sistematis yang berisi menendang seorang pemain keluar dari pertandingan.

Oh, the referee spoiled the game, kata mereka. Mungkin saja, apabila menggunakan kacamata sebagai orang yang melihat situasi dalam jangka pendek, kartu merah tersebut menihilkan kemungkinan kemenangan Manchester United yang sebelumnya memang sudah sangat tipis. Tapi salah siapakah itu? Apakah salah sang wasit, orang yang menegakkan peraturan, ataukah salah sang pemain, orang yang melanggar peraturan tersebut sesuai dengan instruksi pelatihnya? Dan dalam jangka waktu yang lebih panjang silahkan pilih menurut Anda yang mana yang memberikan dampak lebih buruk untuk permainan sepak bola: sebuah tim yang harus bermain dengan sepuluh orang selama 50 menit atau membiarkan seorang pemain elegan untuk digempur secara sistematis oleh tim lawan?

Melihat hal tersebut Mourinho tentu saja tersenyum simpul dari pinggir lapangan mengetahui apa yang harus dia katakan kepada pers setelah pertandingan nanti: Manchester United dicurangi. Hal tersebut bukan merupakan hal aneh baginya. Dalam biografinya, Diego Tores mengatakan bahwa sebelum pertandingan semifinal Liga Champions pada tahun 2011 Mourinho mengatakan kepada para pemainnya di Real Madrid ketika itu untuk memastikan apabila mereka kalah, kekalahan tersebut dapat dibebankan kepada wasit. Jelas saja, setelah beberapa pelanggaran terhadap Lionel Messi, Pepe diganjar kartu merah dan Mourinho mendapatkan alasan yang dia inginkan.


Salah satu hal menarik lainnya yang dibahas dalam biografi Diego Torres, yang mana Mourinho sangkal, adalah ketika Manchester United memutuskan untuk memilih David Moyes dan bukan Jose Mourinho untuk menggantikan Sir Alex Ferguson pada tahun 2013, salah satu alasan yang mendasari keputusan tersebut adalah munculnya simpati negatif terhadap Mourinho yang berbunyi bahwa ketika keadaan menjadi buruk, Mourinho mencari apa yang terbaik bagi dirinya dan bukan apa yang terbaik bagi klub. Kebiasaan mencari alasan di pertandingan yang dia rasa tidak mungkin dia menangkan jelas merefleksikan hal tersebut. 

Lupakan kartu merah dan apa yang Anda lihat? Sebuah tim dengan back four yang sangat berdekatan dan dua orang wing-backs, atau secara tidak langsung berarti enam buah pemain di lini belakang dengan Herrera dan Paul Pogba di depannya. Mereka melanggar pemain paling kreatif yang dimiliki oleh lawan lima kali dalam empat puluh menit. Sebuah skema yang sangat defensif yang bahkan masih membutuhkan dua penyelamatan gemilang dari David De Gea untuk memastikan gawang mereka aman dari kejebolan. Strategi tersebut dapat dengan mudah dipahami apabila digunakan oleh Lincoln City ketika melawan Arsenal, bukan Manchester United melawan Chelsea. Strategi serupa sebenarnya pernah digunakan oleh West Brom di awal musim (walaupun tidak sekasar United) saat bertandang ke Stamford Bridge. 

Untuk tim seperti Manchester United, dengan skuad termahal di Premier League, strategi tersebut sangat sulit untuk dimengerti. Dalam konteks hasil, pertandingan kemarin memang lebih baik dibandingkan kekalahan 4-0 yang diterima United di Stamford Bridge pada awal musim, namun dalam sudut pandang yang lebih luas kekalahan tersebut jauh lebih buruk. Beberapa pertandingan sebelum ini menunjukkan bahwa Manchester United mulai mampu beradaptasi dengan Mourinho, bahwa terdapat perkembangan bagi Manchester United: saat ini sulit untuk menjustifikasi pemikiran tersebut melihat cara mereka bermain melawan tim papan atas lainnya.


JONATHAN WILSON

Jonathan Wilson adalah penulis sepakbola berkebangsaan Inggris yang sudah memiliki karya di media-media internasional seperti The Guardian, The Independent, World Soccer, dan Sport Illustrated.