mempertimbangkan-masa-depan-shakespeare-di-leicester-city

MEMPERTIMBANGKAN MASA DEPAN SHAKESPEARE DI LEICESTER CITY


Leicester City berhasil memenangkan 3 pertandingan sejak Craig Shakespeare menjadi bos di King Power Stadium. Dan kini mereka telah masuk ke babak 8 besar Liga Champions setelah mengalahkan Sevilla dengan skor 2-0 di leg kedua. 

Tiga kemenangan pada 3 pertandingan pertama tentu hasil yang sangat baik bagi pelatih pengganti yang baru ditunjuk untuk sampai akhir musim. Ia memang bukan orang baru di  Leicester. Ia telah menjadi asisten Ranieri dan ikut membawa Leicester City juara musim lalu.

Hal ini menjadi satu hal yang sedikit menyesakkan bagiku. Musim ini Ranieri kesulitan untuk menemukan perform yang baik bagi timnya. Ia mencari sistem baru yang mungkin menurutnya akan lebih baik bagi Leicester di musim ini. Namun ternyata sistem tersebut gagal dan Leicester menerima banyak kekalahan musim ini.


Shakespeare yang terus berada di belakang Ranieri musim lalu akhirnya mengembalikan cara permainan Leicester seperti musim lalu. Bermain direct dan langsung menusuk area pertahanan lawan. Dan hasilnya pun sangat efektif.  

Hal ini bukan satu hal yang luar biasa. Ia hanya mengembalikan satu hal yang ia tahu pernah berjalan dengan baik pada timnya. Sebagai asisten pelatih tentu ia bisa melihat dengan jelas bagaimana para pemain telah fasih memainkan sepakbola direct. 

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah apakah shakespeare akan meraih sukses di Leicester? Aku masih belum begitu yakin. Saat ini hanya sebuah masa bulan madu Shakespeare bersama Leicester. Saat masa bulan madu itu berakhir, ia akan mulai mengalami kesulitan di Leicester.

Ketika ia mulai mengalami kesulitan, para pemain pun mulai meragukannya. Dan ini sudah terjadi berkali-kali di sepakbola. Ketika mereka melihat manajer mereka kehilangan arah, ketika itu mereka akan mulai meragukannya. Saat itu terjadi manajer akan harus berjuang seorang diri untuk mendapatkan kembali kepercayaan para pemainnya. 

Namun setidaknya Shakespeare harus fokus pada tugasnya yang paling penting bagi Leicester, bertahan di Liga Primer. Jika Shakespeare mampu membuat Leicester bertahan, maka ia memiliki modal untuk mendapatkan hati para pemain. Untuk Liga Champions? Ia sepertinya harus berharap banyak pada hasil drawing. 

Memang sangat menarik menantikan hasil yang akan diraih Leicester akhir musim ini. Shakespeare pun masih harus bersiap jika berhasil di musim ini. Karena tantangan yang akan dia hadapi jika bisa bertahan di musim depan tentu akan lebih sulit dari musim ini.

Semoga beruntung, Craig!



DEAN WHEATLEY

Dean Wheatley adalah seorang pelatih sepakbola denga lisensi A UEFA.