problematika-bayern

PROBLEMATIKA BAYERN

Bayern Muenchen, sebagai salah satu dari tiga klub terbesar dunia bersama Real dan Barca, tentu menjadi salah satu favorit juara Liga Champions musim depan. Hampir semua klub besar dunia sedang berbenah. PSG, Juve, AC Milan, Chelsea, MU, dan City bergeliat di bursa transfer dengan harapan bisa membangun kekuatan yang mendekati keperkasaan Barca, Real, dan Bayern. 

Saat Real masih sedang berusaha keras memagari keberadaan Ronaldo, Barca sudah berhasil mengikat mega superstar mereka. Messi baru saja menandatangani kontrak baru hingga 2021. Termasuk bonus, Messi mulai sekarang akan mendapatkan 72 juta Euro per tahun. Karena di Spanyol ada pengurangan pajak sebesar 45% (!) maka penghasilan bersih Messi sekitar 39 juta Euro. Sebelumnya Messi menerima 22 juta Euro bersih. Bandingkan dengan Ronaldo yang terikat kontrak bersama Real hingga 2021 dengan penghasilan bersih 24 juta Euro per tahun. Paling tidak dalam hal penghasilan tidak ada diskusi siapa diantara keduanya yang lebih hebat; Messi yang sejak tahun 2005 telah mencetak 510 gol dalam 585 pertandingan untuk Barcelona kini berpenghasilan 15 juta Euro per tahun lebih banyak dari Ronaldo. 

Ancelotti Dalam Tekanan

Bayern termasuk klub yang sibuk selama musim transfer kali ini. Hanya meraih satu titel saja musim lalu tentu tidak memuaskan bagi klub sebesar Bayern. Presiden Hoeness secara terbuka meminta lebih. Ancelotti pun berada dibawah tekanan. Mungkin karena tekanan tersebut Bayern berlatih dua kali dalam sehari di awal musim ini. Hal ini terbilang aneh mengingat Ancelotti musim lalu hanya berlatih sekali sehari dan itupun hanya selama 60 menit saja. Metode latihan yang singkat namun intensif ini musim lalu masih ditolerir walaupun dipandang kritis oleh petinggi Bayern. Jangan lupa, petinggi Bayern terdiri dari orang-orang yang sangat mengerti sepak bola. Para petinggi Bayern juga tidak menyukai konstelasi asisten pelatih seputar Ancelotti. Anak Ancelotti, Davide, serta pelatih fisik Giovanni Mauri, sering berdiskusi dalam bahasa Itali tanpa bisa dipahami oleh asisten yang ditetapkan klub, Gerland. Kini Gerland dipindah ke akademi dan Willy Sagnol menggantikan posisinya di tim utama. Petinggi Bayern memilih Sagnol karena selain punya pengalaman bersama Bayern  (baca: dekat dengan peringgi klub) ia juga fasih berbahasa Itali. Sagnol jelas diposisikan sebagai pengawas Ancelotti! 

Tanda Tanya Kekuatan Bayern

Kehebatan Bayern musim depan masih tanda tanya. Memang beberapa pembelian penting telah dilakukan, namun mampukah pembelian anyar Bayern menutup kepergian Xavi Alonso dan sang kapten Lahm? 

Kepergian dua pemain penting ini tentu disayangkan, namun di saat yang sama sudah waktunya Bayern melakukan perombakan tim yang semakin menua ini. Karena itu rekrutan baru Bayern rata-rata adalah pemain muda. Gnarby, Suele, Tolisso, Coman, semuanya pemain super muda. Juga Rudy (27 tahun) dan mega transfer James Rodriguez (26 tahun) bukan termasuk pemain tua. Perombakan tim telah dimulai. Kini pertanyaan menarik yang timbul adalah bagaimana proses peremajaan Bayern akan berlangsung? Akankah berlangsung mulus ataukah pemain-pemain gaek seperti Robben dan Ribery akan bertingkah saat menit bermain mereka dipangkas? 

Ini yang membuat saya belum sepenuhnya yakin dengan kekuatan Bayern musim depan. Tim-tim Jerman terkenal dengan kebersamaan tim yang menjadi fondasi kesuksesan mereka. Nah, tidak ada jaminan Bayern akan memiliki kebersamaan tim yang kuat musim depan. 

Persaingan Ketat Hampir di Semua Posisi

Selain persaingan Coman vs Ribery dan Robben, masih ada persaingan sengit antara sang anak emas Thiago vs Mueller dan juga James Rodriguez di posisi 10. Selain itu masih ada persaingan ketat di posisi gelandang bertahan antara Vidal vs Rudy yang bermain super di piala Konfederasi dan pembelian anyar super mahal (41,5 juta Euro) Corentin Tolisso, serta pertarungan antar center back di lini belakang Bayern antara Hummels, Martinez, Boateng, dan pendatang baru yang bermain super bagus di piala Konfederasi, Suele. 

Nah, pusing kan? Di satu sisi persaingan yang ada di hampir semua lini ini tentu menguntungkan Bayern, namun di sisi lain juga berpotensi meletupkan konflik. Sangat disayangkan Bayern tidak lagi memiliki seorang sport director yang bertugas memastikan keharmonisan di dalam tim terjaga seperti di era Matthias Sammer. 

Salam Super Soccer,

@coachtimo



TIMO

Timo Scheunmann adalah pelatih sepakbola asal Jerman yang lahir di Indonesia. Saat ini ia melatih di Periba Balikpapan..