CONTRIBUTORS

TIMO

Timo Scheunemann adalah pelatih sepakbola asal Jerman yang lahir di Indonesia. Timo sempat berkarir sebagai pemain sepakbola profesional di Liga Indonesia dan Singapura. Kini, Timo Scheuneman menjalani karir sebagai pelatih sepakbola di Indonesia. Ia mendapatkan lisensi kepelatihan UEFA A pada tahun 2009. Timo juga sempat menjabat sebagai ketua bidang pengembangan usia dini PSSI, dan membuat buku kurikulum & pedoman dasar sepakbola Indonesia.

ARTICLES

Peta Kekuatan EPL - Part Three

Setelah membahas 4 calon juara dan 2 kuda hitam yang berpotensi menyodok ke papan atas EPL, kali ini saya akan membahas dua tim yang memiliki kans cukup besar untuk meraih mahkota juara EPL musim ini

Peta Kekuatan EPL - Part Two

Setelah sebelumnya membahas kekuatan Arsenal, Spurs, dan kuda hitam West Ham United, kali ini saya akan membahas Chelsea dan Everton.

Peta Kekuatan EPL

Big four is history. Bahkan istilah big five sudah kadaluwarsa. Kini ada enam tim besar di EPL: Chelsea, MU, Liverpool, Arsenal, ManCity, dan Spurs. Selain itu saya melihat West Ham dan Everton sebagai kuda hitam yang layak diperhitungkan

It is a Mad Mad World

Dulu perputaran uang terbanyak bukan terjadi di EPL. Apa yang membuat EPL kini menjadi kompetisi dengan perputaran uang terbanyak?

James Rodriguez, Thiago, atau Mueller?

Adanya persaingan sengit di hampir semua posisi berpotensi membahayakan keharmonisan tim Bayern Munich.

Problematika Bayern

Kehebatan Bayern musim depan masih tanda tanya. Memang beberapa pembelian penting telah dilakukan, namun mampukah pembelian anyar Bayern menutup kepergian Xavi Alonso dan sang kapten Lahm?

Menerka Wajah Baru Timnas Jerman

U21 Jerman baru saja mengalahkan Spanyol 1-0 di final Piala Eropa U21. Senior mereka, berhasil melangkah ke partai final Confed Cup walau tanpa diperkuat pemain-pemain inti. Dunia terheran-heran

Kecerdikan Loew dan Kedewasaan DFB

Jerman baru saja memulai kiprahnya di Confederations Cup dengan kemenangan 3-2 melawan Australia. Walau bisa dikatakan tampil dengan tim B dan C, pasukan Loew mampu tampil dominan. Dua gol Australia sebenarnya tidak perlu terjadi bila kiper ketiga