Ada Apa Dengan Costa?

Hanya mendapatkan satu poin pada pertandingan akhir pekan lalu melawan Burnley, Chelsea mungkin patut mendapatkannya. Selain permainan mereka yang memang kurang baik, penampilan tim tuan rumah pun turut mendukung sulitnya Chelsea mengembangkan permainan. Sang pemuncak klasemen pun menjadi korban kesekian dari Turf Moor yang merupakan benteng cukup tangguh musim ini.

Memang, Chelsea kini masih memuncaki klasemen Premier League, meskipun mereka gagal menambah keunggulan poin mereka menjadi 12. Namun, sepanjang pertandingan, anak asuh Antonio Conte nampak kesulitan mengembangkan pemainan mereka. Pasca gol yang dicetak Pedro, Chelsea seperti mematikan mesin mereka dan bermain lebih santai--sesuatu yang kemudian berhasil dimanfaatkan Burnley untuk menyamakan kedudukan.

berita bola,berita bola terkini,sepak bola,football manager super soccer,klasemen liga inggris, jadwal sepak bola,prediksi bola,liga inggris,liga champion,

Satu hal yang mungkin cukup mengecewakan Conte adalah penampilan dari penyerang andalannya, Diego Costa. Laga melawan Burnley menjadi pertandingan ketiga beruntun dimana Costa gagal mencetak satu gol pun. Bahkan, pada pertandingan melawan The Clarets, Costa hanya melepaskan dua tembakan--yang dengan mudah dihentikan oleh lini belakang Burnley. Tentu ini menjadi sesuatu yang cukup mengkhawatirkan mengingat Conte pun nampak belum mempercayai sepenuhnya Michy Batshuayi.

Bila ingin sedikit membela Costa, penampilan wing-back Victor Moses dan Marcos Alonso pun cenderung tidak maksimal. Alhasil, Costa mendapat suplai bola yang cenderung minim. Perubahan skema yang diterapkan Conte jelang akhir pertandingan pun tidak banyak membantu Costa. Ketangguhan Michael Keane dkk pun berhasil mematikan penyerang timnas Spanyol tersebut--yang kini sudah melewati 329 menit tanpa mencetak gol di kompetisi manapun sejauh ini.

Bila merunut ke beberapa bulan terakhir, karir Costa memang tengah mengalami naik-turun. Sempat diisukan akan hengkang dari Stamford Bridge, Costa kemudian terlibat friksi dengan staf pelatih Chelsea--yang membuatnya sempat tidak masuk ke skuat Chelsea. Belum lagi pada pekan sebelumnya, dimana ia gagal menjadi penentu kemenangan Chelsea ketika eksekusi penaltinya masih bisa diamankan Simon Mignolet. Berbagai prahara yang melandanya dalam beberapa bulan terakhir mungkin sedikit banyak mengganggu pikiran sang penyerang.

Pertandingan Chelsea berikutnya adalah melawan tim asal Championship, Wolverhampton, pada ajang FA Cup. Conte sendiri kemungkinan akan merotasi skuatnya pada pertandingan ini dan memainkan Batshuayi sebagai penyerang utama. Namun, tentu tidak ada salahnya bila Conte memainkan Costa sejak awal, atau memberinya menit bermain lebih sebagai pengganti. Melawan tim dengan kasta di bawah mereka tentu bisa menjadi momen Costa kembali menemukan sentuhannya sebelum pada pekan berikutnya kembali berlaga di Premier League melawan Swansea.

Sebenarnya, sumbangsih gol Costa yang cukup menurun tidak perlu membuat Conte terlalu khawatir. Baik Pedro maupun Eden Hazard kini sudah mulai reguler mencetak gol dan menghilangkan ketergantungan pada sang ujung tombak. Namun, alangkah lebih baik tentu apabila Conte memiliki lini depan yang produktif mencetak gol. Dan, personil utama lini depan tersebut tentu adalah Diego Costa.