Jangan Lagi Pertanyakan Kedalaman Skuat Chelsea

Chelsea musim ini memang terlihat sangat tangguh. Dengan rentetan 13 kemenangan beruntun--yang sayangnya harus berhenti pada akhir pekan lalu--di Premier League, tentu tidak ada yang tidak menjagokan Chelsea untuk mengangkat trofi Premier League musim ini. Anak asuh Antonio Conte, meskipun kalah pada akhir pekan lalu, pun masih mampu menunjukkan permainan yang cukup solid meskipun meninggalkan lubang yang dimanfaatkan Tottenham.

Salah satu kunci dari keberhasilan Conte, selain menggunakan formasi 3-4-3 andalannya, adalah harmoni tim. Selama runtutan 13 kemenangan beruntun tersebut, Conte sangat jarang melakukan rotasi pemain. Ia hanya mengganti pemain utamanya apabila sang pemain berhalangan tampil karena cedera atau sanksi. Sisanya, pelatih asal Italia tersebut praktis menurunkan tim yang sama di hampir setiap pertandingan dan selalu mendapatkan hasil yang cenderung sama.

berita bola,berita bola terkini,sepak bola,football manager super soccer,klasemen liga inggris, jadwal sepak bola,prediksi bola,liga inggris,liga champion,

Memang, ini menjadi bukti bahwa skuat Chelsea kini lebih bersatu. Namun, di sisi lain hal ini juga menimbulkan pertanyaan tersendiri: apakah skuat Chelsea cukup dalam untuk menjalani semua kompetisi? Dengan kerap memainkan pemain yang itu-itu saja, tentu ada dua garis besar yang bisa diambil. Yang pertama, Conte memaksimalkan tim utama yang sudah kompak atau yang kedua tidak ada pemain pelapis yang cukup baik untuk menggantikan pemain utamanya.

Ajang FA Cup akhir pekan lalu pun menjadi momen yang tepat bagi Conte untuk menjawab pertanyaan tersebut. Melawan Peterborough, tentu Conte tidak akan mempertaruhkan diri dengan memainkan semua pemain intinya--meskipun pertandingan Premier League berikutnya masih berjarak satu pekan lagi. Selain untuk mengembalikan mental mereka pasca ditaklukkan Tottenham, FA Cup pun menjadi momen untuk Conte memberi waktu bermain pada tim cadangannya.

Itulah hal yang kemudian dijalankan oleh Conte. Dari 11 pemain yang ia turunkan di awal pertandingan, bisa dibilang hanya Pedro dan Gary Cahill yang merupakan anggotan dari tim utama. Kemudian, Cesar Azpilicueta dan N'Golo Kante pun baru masuk di babak kedua. Pemain-pemain seperti Michy Batshuayi, Ruben Loftus-Cheek, dan Branislav Ivanovic yang jarang mendapatkan kesempatan bermain di Premier League pun bermain pada pertandingan ini dan menunjukkan permainan yang cukup baik.

Satu lagi yang patut diapresiasi adalah Conte mulai berani memainkan lulusan akademi Chelsea. Selain Loftus-Cheek, sosok Nathaniel Chalobah dan Ola Aina pun turut bermain pada pertandingan ini. Bersama dengan John Terry, tiga pemain muda ini nampak bisa meneruskan jejak sang kapten yang merupakan pemain lulusan akademi Chelsea terakhir yang mampu menembus tim utama The Blues.

Kemenangan 4-1 yang diraih oleh Chelsea tentu menjadi bukti kedalaman skuat yang dimiliki Conte cukup baik. Memang, mellihat level sang lawan, tentu semua mewajarkan kemenangan ini. Namun, ini lebih dari sekedar kemenangan. Hasil ini menjawab semua pertanyaan yang sebelumnya diarahkan pada kedalaman skuat yang dimiliki oleh Chelsea musim ini.