Berita Bola Terbaru, Berita Liga Inggris, Indonesia, dan lainnya hanya di Supersoccer.co.id » , Liga Inggris » Manchester United vs Hull City: Tentang Martial dan Rashford Serta Tren Buruk Hull

Manchester United vs Hull City: Tentang Martial dan Rashford Serta Tren Buruk Hull

berita bola,berita bola terkini,sepak bola,football manager super soccer,klasemen liga inggris, jadwal sepak bola,prediksi bola,liga inggris,liga champion,

Jaap Stam gagal memberikan kesan yang bagus saat kembali ke Old Trafford. Bersama Reading, Stam dibantai mantan kesebelasannya, Manchester United, dengan empat gol tanpa balas. Dalam pertandingan Piala FA yang bisa Anda saksikan secara eksklusif hanya di Supersoccer TV tersebut, United tampil memesona dengan menurunkan pemain utama.

Dua gol Marcus Rashford serta masing-masing satu gol Wayne Rooney dan Anthony Martial, menyudahi perlawanan Reading, yang di atas kertas memang berada di bawah United. Di sisi lain, kemenangan tersebut juga menunjukkan bagaimana manajer United, Jose Mourinho, mampu mengelola stamina para pemain untuk tetap fit meski dengan jarak pertandingan yang mepet.
 
 
Jika kesebelasan lain di Premier League menyudahi festive period mereka pada pekan lalu, lain dengan United. The Red Devils masih berkutat dengan jadwal padat setidaknya hingga akhir pekan nanti. 
 
berita bola,berita bola terkini,sepak bola,football manager super soccer,klasemen liga inggris, jadwal sepak bola,prediksi bola,liga inggris,liga champion,
 
Selasa (10/1) petang waktu Inggris esok, United akan berhadapan dengan Hull City di babak semifinal EFL Cup. Pertandingan ini jelas penting bagi kedua kesebelasan, terutama United. Kemenangan di EFL Cup akan menjadikan mereka sebagai kesebelasan pertama di Premier League yang meraih gelar pada musim ini. Kemenangan juga akan memuluskan langkah mereka di Premier League sehingga Paul Pogba dan kolega tidak terbebani dengan stamina yang terkuras di kompetisi lain.
 
Berbeda dengan Piala FA, babak semifinal EFL Cup dihelat dua legLeg pertama digelar pada Selasa dan Rabu (10-11/1) esok, sementara leg kedua digelar pada 25 dan 26 Januari mendatang.
 
Pertandingan di leg pertama ini menjadi penting bagi United untuk meraih kemenangan dengan menabung banyak gol sehingga tugas mereka akan lebih mudah pada leg kedua nanti. Selain itu, terdapat jarak waktu yang terbilang panjang, yakni lima hari sebelum United menjamu Liverpool di Stadion Old Trafford. 
 
Menanti Performa Marcus Rashford dan Anthony Martial
 
Martial dan Rashford tampil memesona kala United mengalahkan Reading. Keduanya pun sukses mencetak gol kemenangan United. Buat keduanya gol tersebut bukan sekadar mengantarkan United lolos ke babak selanjutnya, tapi lebih dari itu.
 
berita bola,berita bola terkini,sepak bola,football manager super soccer,klasemen liga inggris, jadwal sepak bola,prediksi bola,liga inggris,liga champion,
 
Di bawah arahan Mourinho, Martial dan Rashford tak mendapatkan banyak menit bermain seperti yang mereka dapatkan di bawah Louis van Gaal. Pasalnya, di pos tersebut, Mourinho sudah punya andalannya sendiri. Nama Zlatan Ibrahimovic agaknya akan sulit tergeser sebagai ujung tombak kecuali ia cedera atau terkena akumulasi kartu. Di pos gelandang serang pun Mourinho punya Juan Mata, Paul Pogba, Wayne Rooney, dan Henrikh Mkhitaryan. Nama terakhir kini menjadi idola karena penampilannya yang kian memesona pada beberapa pekan terakhir.
 
Kedua nama tersebut mau tak mau mesti bekerja keras. Bukan cuma menunjukkan penampilan terbaik di sesi latihan, tapi juga harus mau diturunkan bukan pada posisinya. Adaptasi ini akan berpengaruh pada masa depan kedua pemain muda tersebut di United.
 
Rashford beberapa kali mesti menyisir sayap. Ia kerap ditempatkan sebagai pemain di sayap kiri. Hal ini tak lepas dari kemampuan Rashford dalam menggiring bola dan melewati lawan. Kecepatan Rashford pun amat diandalkan terutama kala membangun serangan balik. Namun, saat bertahan, Rashford tak bisa dibilang padu. Ia disalahkan saat United ditahan imbang Arsenal. Gol Olivier Giroud berasal dari sisi yang dihuni Rashford.
 
Perlahan, Rashford mulai menunjukkan determinasi tinggi. Ia gigih saat mempertahankan bola, juga tak malas saat membantu pertahanan. Rashford pula yang jadi alasan mengapa United menang atas West Ham United pekan lalu.
 
Di sisi lain, Mou agaknya kurang cocok dengan gaya bermain Anthony Martial. Mou membutuhkan penyerang yang mampu menahan bola dan memaksimalkan setiap peluang yang ia dapatkan. Sementara itu, Martial kerap memegang bola terlalu lama untuk mengkreasikan peluangnya sendiri.
 
Mou secara terbuka pernah meminta para pemainnya untuk berlaku seperti Mkhitaryan. Secara implisit Mou mengisyaratkan para pemain yang kurang menit bermain untuk bekerja keras dan mengikuti instruksi yang ia berikan.
 
Lambat laun, perubahan pun mulai terlihat. Martial mulai mampu mengkreasikan peluang maupun membuat peluang itu sendiri. Saat melawan Reading, Martial melepaskan empat attemps dan tiga asis. Ini menempatkannya sebagai yang terbanyak kedua setelah Wayne Rooney. 
 
berita bola,berita bola terkini,sepak bola,football manager super soccer,klasemen liga inggris, jadwal sepak bola,prediksi bola,liga inggris,liga champion,
 
Kalau ada momen lain untuk pertunjukkan performa Martial dan Rashford, jawabannya ya di EFL Cup. Ajang ini penting buat Mou dan United pada umumnya. Mou tak akan berjudi dengan menurunkan banyak pemain cadangan, karena EFL Cup sudah masuk babak semifinal. Artinya, tinggal selangkah lagi bagi mereka untuk meraih gelar juara. Namun, Mou pun tentu tak akan ragu untuk menurunkan Martial dan Rashford demi memberi mereka jam terbang.
 
Mengubah Tren
 
Berbeda dengan United yang mencatatkan delapan kemenangan beruntun, Hull justru tengah mengalami tren negatif. Di liga, Hull menempati pos juru kunci dengan hanya meraih tiga kemenangan dari 20 pertandingan.
 
Selepas kekalahan 1-3 dari West Bromwich Albion di liga, Hull yang diarsiteki Mike Phelan, sempat menang 2-0 atas Swansea City di Piala FA. Kemenangan ini jelas memberikan dorongan positif buat Hull.
 
Hal senada juga pernah dilakukan Hull pada musim 2013/2014. Kala itu, Hull bermain buruk di liga dengan menempati peringkat ke-16, dua strip di atas zona degradasi. Namun, Hull bermain cemerlang di Piala FA dengan lolos hingga babak final, meskipun harus mengakui keunggulan Arsenal.
 
Di babak semifinal EFL Cup, Hull pun kemungkinan akan mengambil peluang yang sama. Mereka akan bermain habis-habisan, karena bisa jadi ini menjadi musim terakhir mereka di Premier League. Menjadi juara di EFL Cup akan menjadi hiburan--yang meskipun tak sepadan--tapi bisa mengobati sedikit rasa pedih di liga. 
 
Pertandingan semifinal EFL Cup akan ditayangkan secara live dan eksklusif hanya di Supersoccer TV. Dapatkan akses menyeksikan pertandingan-pertandingan di EFL Cup dengan mendaftar di Supersoccer TV (klik di sini)
berita bola,berita bola terkini,sepak bola,football manager super soccer,klasemen liga inggris, jadwal sepak bola,prediksi bola,liga inggris,liga champion,