Menganalisa Keputusan Klopp Pada Laga FA Cup

berita bola,berita bola terkini,sepak bola,football manager super soccer,klasemen liga inggris, jadwal sepak bola,prediksi bola,liga inggris,liga champion,

Pada pertandingan melawan Plymouth di FA Cup kemarin malam, Juergen Klopp mengambil keputusan yang bisa dibilang cukup berani. Apabila biasanya pelatih menggabungkan antara pemain senior dan pemain muda, maka Klopp sebaliknya. Ia menurunkan hampir semua pemain muda yang ia miliki dan hasilnya pun kurang maksimal. Liverpool mau tidak mau harus bermain di laga replay setelah hanya bermain 0-0 pada pertandingan tersebut.

Seusai laga, banyak yang mengritik keputusan Klopp. Memang, ia juga memasukkan Daniel Sturridge, Adam Lallana, dan Roberto Firmino pada babak kedua. Namun, itu semua nampak terlambat. Masuknya ketiga nama tersebut tidak banyak membantu pemain muda Liverpool dalam pertandingan tersebut. Perjudian yang dilakukan Klopp itupun membuat jadwal mereka kian padat--Liverpool masih akan berlaga di semifinal League Cup dan jadwal berat di Premier League.

Sebenarnya, tidak ada yang salah dalam memainkan pemain muda. Terlebih, ajang FA Cup dari tahun ke tahun memang selalu menjadi tempat klub-klub besar memberi waktu bermain untuk pemain muda mereka. Namun, dengan tidak mengombinasikan pemain muda bersama pemain senior, jelas seorang pelatih seperti melatih tim yang berbeda. Dan, hal tersebut memang kadang menghasilkan sesuatu yang positif, namun nampaknya lebih sering menjadi bumerang bagi pelatih klub tersebut.

berita bola,berita bola terkini,sepak bola,football manager super soccer,klasemen liga inggris, jadwal sepak bola,prediksi bola,liga inggris,liga champion,

Bila melihat starting lineup Liverpool, hanya lima nama yang bisa dibilang cukup sering berlaga di tim utama; kiper Loris Karius, Alberto Moreno, Lucas Leiva, Emre Can, dan Divock Origi. Karius dan Origi beberapa kali menjadi pilihan utama ketika pemain lain berhalangan tampil. Untuk Lucas, Moreno, dan Can, keduanya bisa dibilang cukup jarang tampil--bahkan sebagai pemain pengganti sekalipun. Masuknya kedua nama ini ada starting lineup sebenarnya bisa cukup diwajarkan meskipun ada beberapa pandangan sinis.

Sekarang, mari melihat pemain muda yang diturunkan Liverpool. Hampir semua yang diturunkan oleh Klopp bisa dibilang memiliki talenta yang cukup besar. Joe Gomez sudah berada di Liverpool sejak musim lalu. Kevin Stewart dan Ovie Ejaria pun diprediksi akan menjadi pemain utama The Reds di masa depan. Sementara itu Ben Woodburn mencuri perhatian dengan mencetak gol di pertandingan keduanya bersama Liverpool di ajang League Cup. Tentu, dengan talenta tersebut mereka seharusnya bisa menjadikan ajang FA Cup ini sebagai tempat unjuk bakat.

Disinilah masalah itu terlihat. Apabila mereka biasa bertanding di pertandingan tim reserve--dimana tekanan bisa dibilang minim--maka mereka tidak kesulitan untuk bermain cukup baik. Kini mereka berlaga di FA Cup dimana kelolosan tim menjadi taruhannya. Masalah kedua, Klopp tidak menggunakan pemain utama dalam kombinasi ini. Dengan keberadaan pemain utama, tentu pemain muda Liverpool tidak akan kesulitan untuk mengikuti instruksi pelatih. Mereka akan memiliki 'pembimbing' di lapangan yang bisa menunjukkan cara bermain seperti yang diinginkan oleh pelatih.

Kritik yang kini diarahkan kepada timnya seharusnya bisa menjadi pembelajaran bagi Klopp. Merotasi skuat tentu bukanlah sesuatu yang salah. Tetapi, sebuah tim tentu butuh keseimbangan dalam permainannya. Dan, yang harus dilakukan Klopp tentu adalah menyeimbangkan antara pemain muda dan pemain seniornya, agar para pemain muda tersebut nantinya bisa berkembang sesuai dengan pola yang ia butuhkan. 

berita bola,berita bola terkini,sepak bola,football manager super soccer,klasemen liga inggris, jadwal sepak bola,prediksi bola,liga inggris,liga champion,