cedera-zlatan-dan-pengaruhnya-terhadap-taktik-manchester-united

CEDERA ZLATAN, BERKAH ATAU MUSIBAH?


Setelah 90 menit waktu normal berakhir, Zlatan Ibrahimovic langsung masuk ke lorong di sudut lapangan Old Trafford. Namun, rekan-rekannya tak mengikutinya. Hanya tim medis yang membantu memapahnya. 

Malam itu adalah malam yang buruk buat Zlatan. Ia tak mampu mengonversi sejumlah peluang emas menjadi gol. Puncaknya adalah saat ia melakukan duel udara dan jatuh dengan tumpuan kaki yang tak seimbang. Zlatan pun langsung terkapar di atas rumput, memegangi lututnya.

Sekilas, cedera Zlatan tidak terlalu berat. Namun, belum diumumkan pemeriksaan lebih lanjut soal berapa lama Zlatan akan absen. Setidaknya, ia punya waktu sebulan untuk masa pemulihan jelang final Europa League.

Soal ini, Jose Mourinho akan memastikan dulu lewat pemeriksaan lebih lanjut. "Aku pikir itu bukan cedera ringan, tapi aku memilih menunggu sampai semua tes selesai lalu aku bsia bicara. Aku tak bisa bilang karena aku manajer, bukan dokter. Tapi sepertinya kami memiliki berita negatif, aku pikir," ucap Mou.


Rojo sendiri menjadi pemain bertahan ketiga United yang mengalami cedera, setelah Phil Jones dan Chris Smalling. Smalling menderita cedera lutut sementara Jones cedera jari kaki. Keduanya pun tidak akan bisa bertanding hingga pertengahan Mei mendatang.

"Kami punya Daley Blind dan ini adalah waktu bagi Jones dan Smalling untuk menjadi berani, untuk mampu mengambil risiko, karena untuk tim, Anda harus melakukan segalanya," tegas Mou.

Soal kapan para pemain ini mungkin kembali, Mou menjawabnya dengan berkelakar, "Kalau itu aku, ya besok. Tapi tidak, mereka tak bisa mendapatkan keajaiban. Tapi ketimbang pertengahan Mei, mungkin akan mulai awal Mei."

Selain itu, Mou juga terkesan dengan perjuangan Luke Shaw yang memilih bermain dengan kaki kram selama 30 menit terakhir. "Dia bilang padaku: 'Aku akan tetap bermain 30 menit dengan kaki kram, tak masalah, aku siap," ucap Mou menirukan ucapan Shaw. "Hal itu yang membuatku percaya pada para pemain. Aku lelah tapi aku membayangkan para pemain juga jauh lebih lelah daripada aku. Tapi kami masih punya mimpi memenangi Europa League."

Pengaruh Taktik Karena Cederanya Zlatan

Permainan melawan Anderlecht berbeda dengan yang ditunjukkan United saat mengalahkan Chelsea 2-0 di liga. Hampir tidak terlihat agresivitas yang menakjubkan. Di lini serang, Zlatan malah berulangkali membuang peluang yang mestinya bisa berakhir dengan gol.

Cederanya Zlatan membuat Martial masuk mengisi sisi kiri penyerangan United. Uniknya, Mou mendorong Rashford sebagai penyerang tengah berduet dengan Marouane Fellaini. Dari sini bisa terlihat kalau Mou ingin memiliki dua opsi saat menyerang: lewat umpan silang dan kecepatan.

Martial, dengan paru-paru yang masih segar, memiliki umpan silang yang bagus. Di sisi lain, ia juga punya kemampuan dribel yang tak kalah ciamiknya. Dengan ini, ia bisa masuk dan menusuk sendirian ke dalam kotak penalti.

Mou juga bisa memanfaatkan kecepatan Rashford dengan menginstruksikan Pogba untuk memberikan umpan-umpan terobosan, seperti yang dilakukan Herrera di gol pertama United melawan Chelsea.


Gol penentu kemenangan United yang dicetak oleh Rashford berawal dari skema ini. Daley Blind mengirimkan umpan panjang ke dalam kotak penalti. Bola pun dengan mudah disambut sundulan Fellaini yang mengarah langsung pada Rashford. Meski usianya baru belasan, tapi Rashford begitu tenang di depan gawang. Ia sempat-sempatnya memindahkan bola di belakang kakinya untuk kemudian melepaskan tembakan ke sisi kanan gawang Anderlecht yang dikawal Ruben Martinez.

"Kalau bicara soal kualitas dia amatlah fantastis. Secara mentalitaspun dia amat sempurna," jelas Mourinho tentang Rashford yang mencetak satu gol dan satu asis.

"Dia tidak mencetak gol sejak September [sampai akhirnya mencetak gol melawan Sunderland pada 9 April]. Sejumlah pemain tak mengerti apa yang aku inginkan tapi pada Marcus aku percaya. Tak penting kalau dia tak mencetak gol. Dia fantastis dalam usaha dan perilakunya," lanjut Mourinho lagi.

Besarnya kepercayaan Mourinho terhadap Rashford bisa saja membuatnya mengubah skema permainan United. Apalagi, dengan Rashford sebagai ujung tombak, hasilnya sudah terlihat. Mou setidaknya bisa mempercayakan lini depannya pada Rashford dan mulai meracik skema baru selama Zlatan berada dalam fase penyembuhan. Kalau selama beberapa pertandingan terakhir Rashford bisa menjawab kepercayaan itu, bukan tidak mungkin kalau United mungkin tak akan memperpanjang kontrak Zlatan.

Baca selengkapnya mengenai mengapa Zlatan Ibrahimovic mesti disingkirkan dari tim di sini -> Menyingkirkan ZLatan.