kembali-menanti-drama-di-penghujung-premier-league

KEMBALI MENANTI DRAMA DI PENGHUJUNG PREMIER LEAGUE


Oleh: Rifqi Miftah Ardhi


Akhir pekan lalu, dua hasil pada dua pertandingan berbeda kembali membuka persaingan gelar Premier League. Kemenangan Tottenham Hotspur atas Bournemouth membuat mereka kini hanya tertinggal empat poin dari pemuncak klasemen, Chelsea. Sayang, alih-alih kembali menambah keunggulan mereka di klasemen, Chelsea justru tergelincir ketika bertandang ke Old Trafford. Dua gol yang bersarang di gawang The Blues tidak satupun yang berhasil mereka balas dan pertandingan pun berakhir 2-0.

Dengan hanya berselisih empat poin di klasemen, bisa dibilang perebutan gelar juara Premier League kini hanya menjadi milik mereka berdua. Memang, Liverpool pun hanya tertinggal lima poin dari Tottenham. Namun, mereka sudah memainkan satu pertandingan lebih banyak. Dua tim yang mungkin akan meramaikan perebutan gelar adalah duo Manchester, dimana Manchester City kini memainkan jumlah pertandingan yang sama dengan Tottenham dan Chelsea, dan Manchester United yang baru memainkan 31 pertandingan.


Namun, untuk saat ini nampaknya fokus utama perebutan gelar hanya akan mengarah pada dua klub London teratas di klasemen. Bila melihat dari segi permainan pun, hanya dua tim itu yang bisa dibilang bisa konsisten tiap pekan. Pun dengan materi pemain mereka. Memang, Conte kehilangan Marcos Alonso dan Thibaut Courtois. Namun, skuat yang ia miliki nampak siap untuk menambal lubang tersebut. Sementara itu, Tottenham bisa dibilang hanya kehilangan Erik Lamela di tim utama mereka. Sementara itu Harry Kane dan Heung-min Son nampak terus bisa menjadi teror bagi pertahanan lawan di tiap pertandingan.

Akhir pekan ini, baik Chelsea maupun Tottenham sama-sama akan rehat dari pertandingan Premier League. Keduanya akan saling berhadapan pada semi final FA Cup. Tentu, kelas pertandingan ini akan berbeda dengan Premier League. Kedua tim cenderung akan menurunkan pemain lapis kedua mereka di ajang ini. Meskipun begitu, eksepsi tentu bisa dibuat pada pertandingan ini mengingat kedua tim tentu akan mengejar kemenangan dan kesempatan untuk memenangkan FA Cup musim ini.

Dari kedua tim ini, Tottenham mungkin akan menjadi yang paling semangat untuk memenangkan FA Cup. Alasan utama tentu karena posisi mereka saat ini yang masih tertinggal di klasemen dari Chelsea. Namun, bukan berarti Chelsea akan 'melepas' begitu saja pertandingan ini. Dengan kesempatan mencatatkan double winners pada musim perdananya, Conte tentu tidak ingin melewatkan kesempatan mengawali dinastinya di Chelsea dengan gemilang.

Selepas pertandingan FA Cup tersebut, kedua tim akan menjalani enam pertandingan terakhir mereka di Premier League. Chelsea akan menghadapi Southampton sementara Tottenham akan bertandang ke Crystal Palace. Sekilas, kemenangan seharusnya bisa dicatatkan oleh kedua tim ini. Namun, pertandingan semi final FA Cup sedikit banyak akan memiliki perannya tersendiri. Yang menang akan melanjutkan kiprah di Premier League dengan mental positif, sementara yang kalah akan berada dalam kondisi mental yang kurang baik--meskipun justru bisa menjadikan lawan mereka berikutnya sebagai pelampiasan.

Bila membandingkan jadwal, Chelsea bisa dibilang lebih diuntungkan dari Tottenham. Sama-sama akan bertemu tim 10 besar, Chelsea 'hanya' bertemu Southampton dan Everton sementara Tottenham harus meladeni Arsenal dan Manchester United. Jangan lupakan juga Leicester dan West Ham yang masih mungkin memberikan kejutan. Jadwal lebih berat bagi Tottenham secara kualitas lawan inilah yang mungkin bisa menjadi momen Chelsea untuk menjauhkan selisih poin dan pada akhirnya mengunci gelar juara.

Namun, tentu itu semua hanyalah teori di atas kertas. Di lapangan nanti, sesuatu yang berbeda tentu bisa saja terjadi--entah Chelsea yang kembali tergelincir sementara Tottenham terus melaju kencang atau sebaliknya. Pertandingan semi final FA Cup antara kedua tim pada akhir pekan mendatang pun nampaknya akan menjadi semacam prelude dari panggung pekan-pekan terakhir Premier League musim ini. Dan, anda tentu tidak ingin melepaskan pandangan dari perkembangan sepakboal di Inggris mengingat musim inipun penentuan gelar bisa kembali bergantung pada pertandingan terakhir musim ini.