posisi-runner-up-adalah-pijakan-awal-roma-menuju-proyek-besar-selanjutnya

RUNNER-UP MUSIM INI ADALAH PIJAKAN AWAL AS ROMA UNTUK MUSIM DEPAN


Oleh Bryan Barcelona

Roma sepertinya masih harus bersabar untuk merengkuh titel Scudetto, tapi mereka jelas tidak bisa dibilang gagal memenuhi ekspektasi dari para suporter. Satu-satunya hal yang berpotensi untuk membuat Serigala Roma tertunduk lesu, adalah kegagalan untuk mengamankan posisi kedua yang bakal membuat mereka langsung melaju ke fase grup Champions League musim depan. Pendapatan dari kompetisi paling bergengsi di Eropa ini jelas akan menyeimbangkan neraca ekonomi klub yang sedang dalam pengawasan ketat dari FFP. Sementara keikutsertaan mereka di Champions League juga bisa menjadi nilai plus untuk menarik pemain bintang datang ke Olimpico. Apalagi 'tangan ajaib' Monchi sudah siap beraksi pada musim panas mendatang.

Hanya dengan bertahan di fase grup, Roma setidaknya bakal mengamankan kocek sebesar 15 sampai 25 juta Euro, tergantung dari performa yang mereka tampilkan. Bandingkan dengan hadiah yang bisa dicapai mereka ketika menembus semifinal Europa League, yang 'hanya' berkisar di angka 8 juta Euro saja. Jelas kegagalan mereka untuk tampil di Champions League bakal menghilangkan salah satu potensi pendapatan yang cukup menggiurkan untuk Roma.


Namun yang pantas menjadi catatan penting bagi Roma, adalah bagaimana posisi ini bakal membuat mereka tampil berbeda musim depan. Manajer Roma saat ini, Luciano Spalletti pernah berujar bahwa dirinya bakal hengkang dari Roma jika gagal mempersembahkan trofi musim ini. Ia sebelumnya pernah tertangkap kamera sedang melakukan pertemuan dengan direktur umum Fiorentina, Pantaleo Corvino. Selain itu, Spalletti juga dikabarkan menjadi kandidat terkuat sebagai suksesor Pioli di Inter Milan.

Hal ini berkaitan juga dengan kedatangan Monchi, yang kemudian memancing isu untuk melakoni reuni dengan Unai Emery atau menarik Marcelino untuk melatih AS Roma musim depan. Pelatih Sassuolo, Eusebio Di Francesco juga menjadi salah satu kandidat yang dijagokan untuk menduduki kursi nomor satu di Roma. Tapi dengan target untuk lolos dari fase grup Champions League, nama-nama tersebut sepertinya sedikit sulit untuk melakoni pekerjaan tersebut. Marcelino dan Di Francesco minim pengalaman di Champions League, sementara Emery bertanggungjawab atas salah satu kekacauan paling ikonik dalam sejarah Champions League bersama PSG beberapa waktu lalu. Jadi, siapapun yang bakal menggantikan Spalletti memang butuh waktu dan kesabaran untuk menerjemahkan pendekatan taktiknya kepada skuat Il Lupi.

Beberapa pemain kunci juga bakal menarik perhatian beberapa klub besar di musim panas nanti. Kostas Manolas sepertinya bakal hengkang, dan Radja Nainggolan juga besar kemungkinan bakal dilego dengan nilai transfer yang mumpuni. Ini berarti, Roma harus mencari pengganti yang sepadan, serta memperkuat beberapa departemen seperti striker pengganti, kedalaman lini tengah, dan bek kanan yang punya kapasitas bermain di Eropa.

Memang terlalu dini untuk mencanangkan raihan trofi di Champions League untuk Roma, tapi dengan iming-iming pendapatan yang cukup menggiurkan, tak ada salahnya bagi mereka untuk berjuang mati-matian di kompetisi tersebut. Lolos dari fase grup adalah target minimal untuk klub sekaliber Roma, tapi mereka juga tidak perlu terlalu berkabung misalkan harus turun di kasta Europa League jika hanya mampu finis di posisi 3. Pasalnya, Europa League juga bisa memberikan kesempatan mereka untuk melakukan rotasi dan uji coba taktik, sekaligus menjadi ajang pelatih baru untuk mengenali skuat anyar dengan tingkat kesulitan yang lebih kompleks dibanding di level domestik. Namun yang pasti, target untuk lolos langsung ke fase grup Champions League musim depan bakal lebih memberikan banyak keuntungan untuk Roma, dibanding harus bersusah payah melewati fase kualifikasi karena hanya mampu finis di urutan ketiga.


Akhir pekan ini, mereka bakal melawat ke markas Chievo yang sudah pasti mengamankan posisi di Serie-A musim depan. Di lain sisi, Juventus bakal menjamu Crotone yang masih harus berjuang lolos dari zona degradasi, sekaligus memiliki catatan menang dari tujuh laga terakhir mereka. Napoli juga bakal kedatangan Fiorentina yang tidak boleh kehilangan poin jika masih ingin menjaga asa untuk lolos ke Eropa musim depan. Meski terdengar sulit, Roma bakal memberikan tekanan luar biasa kepada Juventus jika mereka gagal mendulang poin di Turin, dan Fiorentina mampu mencuri angka ketika melawat ke Naples. Dengan dua laga tersisa, potensi untuk menggusur Si Nyonya Tua pada babak pamungkas, atau memangkas jarak hanya menjadi selisih 1-2 poin saja masih sangat terbuka untuk Roma.

Mampukah Roma memberikan tekanan kepada Juventus sampai akhir musim ini? Atau lebih ekstremnya lagi, mampukah De Rossi dan kawan-kawan memberikan kejutan yang bakal menjadi comeback dramatis mereka di sepanjang sejarah klub? Jangan lewatkan duel antara Chievo vs Roma, yang bakal ditayangkan eksklusif oleh Supersoccer TV pada Sabtu (20/5) pukul 23.00 nanti. Anda bisa mengaktifkan paket berlangganan sesuai yang Anda inginkan, dengan cara mengunjungi laman berikut ini.