Internal Klub Goyah, Ujian Bagi Maurizio Sarri

berita bola,berita bola terkini,sepak bola,football manager super soccer,klasemen liga inggris, jadwal sepak bola,prediksi bola,liga inggris,liga champion,

Pasca kekalahan pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions melawan Real Madrid, kondisi internal Napoli nampaknya sedang goyah. Bukan karena adanya pemain yang 'nakal', tapi karena kritik terang-terangan sang presiden pada timnya. Aurelio De Laurentiis secara gamblang mengritik penampilan Napoli dan pelatihnya, Maurizio Sarri, karena penampilan yang jauh dari kata memuaskan di Santiago Bernabeu.

"Menurutku para pemain tidak memilik semangat Neapolitan pada pertandingan ini. Satu-satunya yang menunjukkan itu adalah sang Neaoplitan, (Lorenzo) Insigne, yang mencetak gol yang cukup baik. Yang lain nampak tidak ada. Mereka terlihat kagum dengan pemain hebat Real Madrid, yang bahkan tidak bermain baik," ungkap De Laurentiis. "Kalian harus bersikap rendah hati dan tidak arogan, namun Napoli malam ini nampak tidak ada. Aku mungkin tidak akan menghukum mereka."

berita bola,berita bola terkini,sepak bola,football manager super soccer,klasemen liga inggris, jadwal sepak bola,prediksi bola,liga inggris,liga champion,

Selain untuk sang pemain, Laurentiis pun turut mengritik pemilihan taktik Sarri. Menurutnya, Sarri terlalu mengandalkan satu taktik untuk menghadapi siapapun lawannya. Dan, ia juga mennyindir Sarri yang tidak memainkan Arkadiusz Milik lebih awal, padahal penyerang asal Polandia tersebut sudah siap. "Kami menuju akhir musim dimana rekrutan baru bahkan sangat jarang bermain dan kami tidak tahu mengapa. Jika kami tahu hal ini, tentu kami akan menginvestasi uang di tempat lain."

Pernyataan De Laurentiis ini sebenarnya sudah cukup sering terjadi di Italia. Bukan hanya di Napoli, tapi juga di klub lain. Salah satu klub dimana presidennya cukup sering mengritik tim adalah Palermo. Maurizio Zamparini--yang terkenal dengan kemudahannya memecat pelatih--juga kerap mengritik pelatih Palermo sebelum tak lama kemudian memecat pelatih tersebut.

Namun, dengan kondisi Napoli yang kini tengah berusaha menyeruak ke papan atas, pernyataan De Laurentiis tersebut pun bisa menghancurkan mental tim. Menurut salah satu pelatih kawakan Italia, Arrigo Sacchi, Napoli tidak bisa dibilang gagal hanya karena satu kekalahan. "Napoli kini tengah bagus baik secara klub maupun di lapangan. Komentar seperti itu sangat tidak tepat untuk saat ini. Komentar De Laurentiis bahkan lebih menyakitkan dari kekalahan atas Real Madrid. Tim ini tidak boleh dianggap gagal hanya karena satu kekalahan," ungkap Sacchi.

Pasca mengeluarkan kritik itupun, De Laurentiis langsung mengambil sikap. Alih-alih kembali bersama timnya ke Naples, ia justru memilih jalur penerbangan yang berbeda. Dilansir dari Football Italia, De Laurentiis lebih memilih untuk terbang ke Amerika Serikat. Bahkan, ia juga dikabarkan tidak akan kembali ke Naples setidaknya hingga leg kedua babak 16 besar Liga Champions dimulai, pada awal Maret mendatang.

"Aku selalu memimpin latihan setiap hari dan akulah yang akan memilih. Presiden bisa menunjukkan idenya, aku lebih senang jika ia mengekspresikannya langsung padaku, namun pad akhirnya akulah yang mengambil keputusan," begitulah tanggapan Sarri pada kritik De Laurentiis. Memang, di tangan sang pelatih lah segala keputusan mengenai tim diambil. Dan, pada pertandingan akhir pekan melawan Chievo, tentu Sarri tidak boleh lagi mengambil keputusan yang salah. Satu lagi keputusan yang salah, tentu nasib Sarri akan terancam ke depannya.

berita bola,berita bola terkini,sepak bola,football manager super soccer,klasemen liga inggris, jadwal sepak bola,prediksi bola,liga inggris,liga champion,