Juventus Masih Terlalu Tangguh

berita bola,berita bola terkini,sepak bola,football manager super soccer,klasemen liga inggris, jadwal sepak bola,prediksi bola,liga inggris,liga champion,

Ketangguhan Juventus nampak masih jauh dari akhir. Memang, dibandingkan dengan musim lalu, Bianconeri musim ini nampak sedikit menurun. Beberapa kali mereka terlihat kesulitan memenangkan pertandingan lebih cepat. Pun dengan kegagalan menjuarai Supercoppa yang membuat reputasi mereka sedikit tercoreng. Namun, di awal tahun justru Juve membuktikan superioritas mereka.

Pada pertandingan pertama mereka di 2017, anak asuh Massimiliano Allegri berhasil menumpas Bologna dengan skor meyakinkan 3-0. Gonzalo Higuain menunjukkan ketajamannya dengan mencetak dua gol sementara Paulo Dybala melengkapinya dengan eksekusi penalti--keberhasilannya yang ke-11 dari 11 percobaan bila tidak menghitung adu penalti. Ini tentu menjadi sinyal kuat bagi para pesaing Bianconeri bahwa mereka masih jauh dari kata selesai.

berita bola,berita bola terkini,sepak bola,football manager super soccer,klasemen liga inggris, jadwal sepak bola,prediksi bola,liga inggris,liga champion,

Disaat yang bersamaan, pesaing-pesaing terdekat Juve pun turut meraih kemenangan. Napoli, AS Roma, dan AC Milan juga mengawal 2017 dengan mendapatkan tiga poin. Tentu ini membuat posisi di klasemen tidak banyak berubah. Dan, dengan Juventus yang memiliki satu pertandingan simpanan setelah berlaga di Supercoppa, tentu ini menjadi kesempatan emas mereka untuk menambah keunggulan empat poin mereka di pertandingan berikutnya.

Selain kian menunjukkan superioritas mereka di Serie A, kemenangan atas Bologna tersebut juga memastikan Juventus mencatatkan rekor baru. Kemenangan itu merupakan kemenangan ke-26 beruntun Juventus di kandang--yang mengalahkan rekor atas nama mereka sendiri dengan 25 kemenangan pada Agustus 2013 hingga November 2014. Raihan itu juga merupakan yang ketiga terbaik bila melihat lima liga top Eropa. Di atas Juve masih ada St. Etienne dengan 28 kemenangan kandang beruntun (1974-75) dan Barcelona dengan 39 kemenangan (1958-60).

Salah satu kunci keberhasilan Juve terus mampu mempertahankan konsistensi mereka adalah penggantian tepat untuk pemain yang hengkang. Setelah perginya Paul Pogba, memang Juve mendatangkan Miralem Pjanic--yang memiliki gaya bermain berbeda. Nyatanya, Pjanic berhasil beradaptasi dengan lingkungan barunya dan mampu dimaksimalkan di skema yang digunakan oleh Allegri. Pun dengan mendatangkan Higuain yang menambah opsi Allegri di lini depan. Penampilan pemain lama seperti Dybala, Mario Mandzukic serta Mario Lemina pun kian membuat Juve solid dan sulit ditaklukkan.

Mengatakan musim Serie A sudah berakhir dan Juve sudah pasti meraih Scudetto mungkin masih terlalu dini. Dengan segala kemungkinan yang bisa saja terjadi, Juventus pun masih mungkin mengalami penurunan performa dan para pesaingnya justru meningkat. Namun, rasanya untuk saat ini Juventus masih cukup aman di puncak klasemen. Dan, hingga tulisan ini diturunkan, Scudetto nampaknya memang paling dekat dengan Juventus Stadium.

berita bola,berita bola terkini,sepak bola,football manager super soccer,klasemen liga inggris, jadwal sepak bola,prediksi bola,liga inggris,liga champion,