Pembuktian Dua Predator yang Terlelap

Pasang-surut performa dalam beberapa musim belakangan.

Malam hari nanti, Old Trafford akan mempertemukan Manchester United versus Southampton. Tuan rumah masih berkeinginan untuk masuk dalam bursa perebutan gelar juara--atau minimal Champions League, sedangkan tim tamu hendak menjaga asa untuk lolos ke zona kualifikasi Europa League. Dari kedua tim, ada sosok striker tajam yang mengalami pasang-surut performa dalam beberapa musim terakhir. Ada masa mereka dikenal sebagai jaminan mutu di depan gawang, namun sampai pekan ke-23 ini mereka belum bisa membut orang berulangkali berdecak kagum lewat performa yang mereka tampilkan.

berita bola,berita bola terkini,sepak bola,football manager super soccer,klasemen liga inggris, jadwal sepak bola,prediksi bola,liga inggris,liga champion,

Wayne Rooney bahkan sudah mendapat kritik tajam dalam tiga musim terakhir. Musim ini bahkan ia dianggap tidak lebih pantas untuk berada di jajaran starter dibanding Martial, namun perlahan-lahan Wazza membuktikan kapasitasnya sebagai predator tersubur United dalam 1 dekade terakhir. Untuk kali pertama sejak Maret 2012, Rooney selalu mencetak gol di empat laga terakhir. Ia memang belum kembali ke performa terbaik sebagaimana yang ia tampilkan di masa jaya, namun perlahan ia menunjukkan bahwa dirinya masih punya sesuatu untuk diwaspadai ketika mendapat kesempatan. Dengan raihan 176 gol untuk United--terbanyak bagi seorang pemain di satu klub Premier League, maka Rooney tentu diharapkan bisa mengeluarkan magisnya kala menjamu Soton malam hari nanti.

 berita bola,berita bola terkini,sepak bola,football manager super soccer,klasemen liga inggris, jadwal sepak bola,prediksi bola,liga inggris,liga champion,

Di lain sisi, Graziano Pelle juga mengalami skenario yang tidak jauh berbeda. Awal musim lalu ia sempat tampil mengesankan, namun seketika keran golnya macet dan membuat Southampton berpikir ulang untuk memperbarui kontraknya. Ia musim ini bersaing untuk mendapatkan posisi starter bersama Charlie Austin, tapi sejatinya striker Italia itu punya daya untuk tampil lebih trengginas andai tidak cedera. Ia sempat mengalami degradasi performa karena menderita cedera lutut dalam beberapa pekan belakangan, namun untuk sosok striker no.9 ia tetap yang terbaik untuk Soton. Dengan sisa 18 bulan lagi masa kontrak, raihan gol--atau bahkan poin--ketika melawan United di kandangnya sendiri tentu akan menjadi faktor krusial untuk mengubah kebijakan dari manajemen untuk urusan perpanjangan kontrak.

berita bola,berita bola terkini,sepak bola,football manager super soccer,klasemen liga inggris, jadwal sepak bola,prediksi bola,liga inggris,liga champion,

berita bola,berita bola terkini,sepak bola,football manager super soccer,klasemen liga inggris, jadwal sepak bola,prediksi bola,liga inggris,liga champion,

berita bola,berita bola terkini,sepak bola,football manager super soccer,klasemen liga inggris, jadwal sepak bola,prediksi bola,liga inggris,liga champion,