Silakan login/daftar untuk dapat menikmati layanan SuperSoccer TV

Messi

Seorang perempuan tua dan anak kecil berjalan di sebuah sore yang indah di trotoar jalan Rosario, Santa Fe, beberapa tahun silam. Keduanya bercakap-bercakap tentang masa depan, tentang mimpi, juga tentang sepak bola. Begitu hangat. Begitu dekat. Di samping mereka, berdiri tembok panjang dijejali lukisan wajah-wajah pejuang, salah satunya Che Guevara, revolusioner Argentina yang ikut membantu Fidel Castro mendirikan negara Cuba setelah terlebih dulu memakzulkan rezim Fulgencio Batista. Waktu berlalu membentuk zaman. Demikianlah, anak kecil itu kemudian menjelma menjadi insan istimewa, tak hanya bagi Argentina, negaranya, tapi juga bagi dunia. Dia adalah Lionel Messi, pemain kepunyaan Barcelona, raksasa Spanyol, penyandang gelar lima kali pemenang Ballon d'Or. Tatkala ketenaran dan kekayaan menjadi milik, serta nama besar tentu saja, Messi tak lupa seraut wajah tua namun penuh pancaran kasih yang dulu begitu dekat dengannya, di sebuah sore yang cerah. Sosok itu tak ada lagi kini. Sudah berpulang. Dan Messi mudik ke Rosario, ke kota kelahirannya, menyambangi pusara sang nenek. "Tanpa nenek, saya tak mungkin meraih semua ini," katanya. Messi - The Greatest Player In The World - karya Alex De La Iglesia berkisah tentang banyak hal ihwal Messi yang mungkin tidak pernah Anda ketahui sebelumnya.

Published: 08 November 2017
Recommended Videos